Nama : Rendy Fauziansyah Putra
NPM : 25210740
Kelas :4EB18
1.
Jelaskan bagaimana audit social independen dan mekanisme
perlindungan formal dapat mendorong perilaku etis ?
Jawab:
Audit
Sosial Independen
Rasa takut tertangkap bisa
menjadi pencegah yang penting untuk perilaku yang tidak etis. Audit
sosial yang independen, yang
mengevaluasi keputusan dan praktek manajemen dalam hal kode etik organisasi,
meningkatkan hal itu. Audit tersebut dapat berupa evaluasi secara teratur atau
mereka dapat terjadi secara acak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebuah
program etika yang efektif mungkin membutuhkan keduanya. Untuk menjaga
integritas, auditor harus bertanggung jawab kepada dewan direktur perusahaan
dan menyajikan temuan langsung ke mereka. Susunan ini memberikan pengaruh
kepada auditor dan mengurangi kesempatan untuk balas dendam dari mereka yang
diaudit.
Mekanisme
Perlindungan
Karyawan yang menghadapi dilema
akan etika membutuhkan mekanisme perlindungan sehingga mereka dapat melakukan apa yang benar
tanpa takut akan teguran. Sebuah organisasi mungkin menunjuk konselor etis bagi
karyawan yang menghadapi dilema etika. Para penasehat ini mungkin juga
menganjurkan alternatif tindakan etis yang "benar".
Organisasi-organisasi lain telah menunjuk petugas etika yang mendesain,
mengatur, dan memodifikasi program etika suatu organisasi yang diperlukan.
2.
Jelaskan tahapan pengembangan moral Lawrence Kohlberg !
Jawab:
·
Tahap prakonvensional sering kali
berperilaku “baik” dan tanggap terhadap label-label budaya mengenai baik dan
buruk, namun ia menafsirkan semua label ini dari segi fisiknya (hukuman, ganjaran kebaikan) atau dari
segi kekuatan fisik mereka yang mengadakan peraturan dan menyebut label tentang
yang baik dan yang buruk. Tingkat ini
biasanya ada pada anak-anak yang berusia empat hingga sepuluh tahun.
·
Tingkat kedua
atau tingkat konvensional juga dapat digambarkan sebagai tingkat
konformis, meskipun istilah itu mungkin terlalu sempit. Pada tingkat ini, anak
hanya menuruti harapan keluarga, kelompok atau bangsa, dan dipandangnya sebagai
hal yang bernilai dalam dirinya, tanpa mengindahkan akibat yang segera dan
nyata. Individu tidak hanya berupaya menyesuaikan diri dengan tatanan
sosialnya, tetapi juga untuk mempertahankan, mendukung dan membenarkan tatanan
sosial itu.
·
Tingkat pasca-konvensional dicirikan
oleh dorongan utama menuju ke prinsip-prinsip moral otonom, mandiri, yang
memiliki validitas dan penerapan, terlepas dari otoritas kelompok-kelompok atau
pribadi-pribadi yang memegangnya dan terlepas pula dari identifikasi si
individu dengan pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok tersebut. Pada tingkat
ini terdapat usaha yang jelas untuk merumuskan nilai-nilai dan prinsip moral
yang memiliki keabsahan dan dapat diterapkan terlepas dari otoritas kelompok
atau orang yang berpegang pada prinsip-prinsip itu.
3.
Jelaskan pendekatan “ Wortel dan Tongkat “ atau “ The Carrot
and Stick Concept “ !
Jawab:
Teori wortel dan tongkat tentang
motivasi (seperti teori fisika Newton) berlaku dengan baik di bawah situasi
tertentu. Alat pemuas kebutuhan psikologi manusia dan dalam batas tertentu
kebutuhan keamanan dapat disediakan atau tidak diberikan oleh manajemen.
Pekerjaan itu juga merupakan alat demikian juga uaph kerja, kondisi kerja dan
keuntungan. Dengan alat-alat tersebut individu dapat dikendalikan selama dia
berusaha untuk mencari nafkah. Tetapi teori wortel dan tongkat tidak berlaku
sekaligus jika seseorang telah mencapai level penghidupan yang cukup dan
termotivasi akan kebutuhan pada level yang lebih tinggi. Manajemen tidak dapat
menyedia kanrasa hormat pada diri untuk seseorang, atau rasa hormat dari
kelompoknya atau pemuasan kebutuhan akan pemenuhan diri. Ini dapat menciptakan
suatu kondisi dimana dia didorong untuk mencari pemuasan bagi dirinya sendiri
atau ini dapat menghalanginya dengan gagalnya terciptanya kondisi itu.
4. Carilah beberapa contoh perilaku hak
dan etis, min. 5 !
Jawab:
1. Akses
yang tidak terotorisasi terhadap sebuah komputer untuk memperoleh informasi
nasional yang rahasia dengan maksud untuk merugikan US atau menguntungkan
bangsa asing
2. Akses
yang tidak terotorisasi dari sebuah komputer untuk memperoleh informasi keuangan
atau kredit yang dilindungi
3. Akses
tidak terotorisasi terhadap komputer yang digunakan pemerintah federal
4. Akses
tidak terotorisasi antar negara bagian atau asing dari sebuah sistem komputer
dengan maksud menipu
5. Akses
sistem komputer yang tidak terotorisasi antara negara bagian atau asing yang
menciptakan kerusakan hingga $1000
5. Apa
yang dimaksud dengan :
a. Penyimpangan
ditempat kerja
b. Penyimpangan
hak milik
c. Penyimpangan
politik
d. Penyimpangan
produksi
Jawab:
a. Penyimpanagn
ditempat kerja
Penyimpangan di tempat kerja adalah perilaku tidak etis yang
melanggar norma-norma organisasi mengenai benar atau salah. Terdapat 4 jenis
penyimpangan di tempat kerja, antara lain:
a. Penyimpangan produksi
Perilaku tidak etis dengan merusak mutu dan jumlah hasil produksi. Misalnya: pulang lebih awal, beristirahat lebih lama, sengaja bekerja lamban, sengaja membuang-buang sumber daya.
a. Penyimpangan produksi
Perilaku tidak etis dengan merusak mutu dan jumlah hasil produksi. Misalnya: pulang lebih awal, beristirahat lebih lama, sengaja bekerja lamban, sengaja membuang-buang sumber daya.
b. Penyimpangan hak milik.
Perilaku tidak etis terhadap harta milik perusahaan. Misalnya: menyabot, mencuri atau merusak peralatan, mengenakan tarif jasa yang lebih tinggi dan mengambil kelebihannya, menipu jumlah jam kerja, mencuri dari perusahaan lain.
Perilaku tidak etis terhadap harta milik perusahaan. Misalnya: menyabot, mencuri atau merusak peralatan, mengenakan tarif jasa yang lebih tinggi dan mengambil kelebihannya, menipu jumlah jam kerja, mencuri dari perusahaan lain.
c. Penyimpangan politik
Yaitu menggunakan pengaruh seseorang untuk merugikan orang lain dalam perusahaan. Misalnya: mengambil keputusan berdasarkan pilih kasih dan bukan kinerja, menyebarkan kabar burung tentang rekan kerja, menuduh orang lain atas kesalahan yang tidak dibuat.
Yaitu menggunakan pengaruh seseorang untuk merugikan orang lain dalam perusahaan. Misalnya: mengambil keputusan berdasarkan pilih kasih dan bukan kinerja, menyebarkan kabar burung tentang rekan kerja, menuduh orang lain atas kesalahan yang tidak dibuat.
d. Penyerangan pribadi
Merupakan sikap bermusuhan atau perilaku menyerang terhadap orang lain. Seperti: pelecehan seksual, perkataan kasar, mencuri dari rekan kerja, mengancam rekan kerja secara pribadi.
Merupakan sikap bermusuhan atau perilaku menyerang terhadap orang lain. Seperti: pelecehan seksual, perkataan kasar, mencuri dari rekan kerja, mengancam rekan kerja secara pribadi.
b. Penyimpangan hak milik
Penyimpangan hak milik adalah
hak eksklusif bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak
ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi
pembatasan-pembatasan menurut perundang-undangan yang berlaku
C. Penyimpangan
Politik
Penyimpangan politik dapat berarti
menggunakan ilmu politik untuk hal yang menyimpang.Ini berarti bahwa ilmu dan
metode-metode politik digunakan untuk hal-hal yang tidak benar.Menggunakan
politik sebagai penyimpangan tidak hanya bisa dilakukan oleh pejabat atau
lembaga pemerintah, tapi juga bisa digunakan oleh siapa saja, apapun
profesi,dan pangkat.Namun, pengaruh dari penyimpangan politik yang cukup kuat
biasanya dilakukan oleh orang yang telah memiliki posisi cukup tinggi dalam
masyarakat. Penyimpangan politik juga dapat berarti melakukan penyimpangan
dalam pelaksanaan sistem politik
d. Penyimpangan
produksi
penyimpangan produksi adalah perilaku yang
tidak sesuai dengan
nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam
sudut pandang kemanusiaan (agama)
secara individu maupun
pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar