Jumat, 27 September 2013

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Tugas 27/09/2013
Nama : Rendy Fauziansyah Putra
NPM : 25210740
Kelas : 4EB18

Soal!
1. Apa yg dimaksud etika
2. bagaimana tahap perkembangan moral, karakteristik individu, dan variabel struktural mempengaruhi   keputusan manajer untuk berprilaku etis dan tidak etis
3. apa kode etik itu dan bagaimana cara meningkatkan keefektifannya
4. bagaimana manajer mengambil keputusan yang etis
5. jelaskan faktor-faktor yang menentukan intensitas etika dan dari keputusan
Jawaban!
1.Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
sumber :  http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ipem4430/etika21.htm
2. Tahap – tahap perkembangan moral
  • Menaati peraturan untuk meghindari hukuman fisik
  • Menaati peraturan hanya ketika berbuat
  • Menghayati apa yang diharapkan oleh orang-orang yang dekat dengan Anda
  • Mempertahankan tatanan konvensional dengan memenuhi berbagai kewajiban yang telah Anda sepakati
  • Menghargai hak-hak orang lain dan mempertahankan nilai-nilai dan hak-hak mutlak tanpa mempedulikan pendapat mayoritas
  • Mengikuti prinsip-prinsipetis yang dipilih sendiri walaupun prinsip-prinsip itu melanggar hukum.

- Karakteristik individu

  • Kekuatan Ego (ego strength)

Yaitu ukuran kepribadian tentang kekuatan keyakinan seseorang.

  • Tempat Kendali (locus of control)

Yaitu sifat kepribadian yang mengukur derajat sampai seberapa orang yakin bahwa mereka mampu mengendalikan nasib merekasendiri.

- variabel struktura

Desain struktural organisasi menolong membentuk perilaku etis para pekerjanya. Beberapa struktur memberikan bimbingan yang kuat, sementara struktur lainnya hanya menciptakan ketidakjelasan dan terus-menerus mengingatkan para karyawan tentang apa yang etis lebih cenderung mendorong perilaku etis.
Sumber : tanti-tantitriarahayuyahoocoid.blogspot.com
3.  kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Cara meningkatkan keefektifannya adalah dengan mentaati aturan atau tata cara dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan.


Sumber : http://cyberlawncrime.blogspot.com

4. Sebagian besar manajer cenderung menganggap diri mereka sendiri sebagai pengambil keputusan yang rasional, dan tentu saja banyak ahli yang berpendapat bahwa manajer memang seharusnya berusaha untuk berpikiran serasional mungkin dalam mengambil keputusan.
  1. Tingkat prekonvesional = mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. Bertindak dalam kepentingannya sendiri.
  2. Tingkat konvensional = menghidupkan pengharapan oranglai. Memenuhi kewajiban sistem sosial. Menjujnjung hukum.
  3. Tingkat poskonvensional = mengikuti prinsip keadilan dan hak yang dipilih sendiri. Mengetahui bahwa orang-orang menganut nilai-nilai yang berbeda dan mencari solusi kreatif untuk mengatasi dilema etika. Menyeimbangkan kepentingan diri dan kepentingan orang banyak.
sumber :  http://brigitalahutung.wordpress.com

5. Intensitas Etika dari keputusan ada enam factor, yaitu:
  1. Besarnya akibat adalah jumalh kerugian atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu keputusan etika.
  2. Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk.
  3. Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
  4. Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya.
  5. Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari keputusannya.
  6. Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang.
 Sumber : http://renitasra.blog.perbanas.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar