Nama : Rendy Fauziansyah Putra
Kelas : 2EB18
NPM : 25210 740.
Harga BBM yang naik tanggal 1 April 2012, secara pasti akan melambungkan berbagai harga kebutuhan pokok di masyarakat. Tak luput yang terkena imbasnya adalah pembiayaan kesehatan indvidu dan masyarakat. Meski menteri BUMN Dahlan Iskan sejak awal sudah mencanangkan bahwa harga obat generik produski BUMN tidak akan naik. Tetapi tak pelak lagi harga obat dan harga layanan jasa kesehatan ikut serta merangkak naik. Keadaan ini tampaknya harus disikapi dengan tepat. Sikap cerdas yang harus dilakukan adalah berpola pikir rasional, ilmiah dan pola tindak ekonomis dalam menangani kesehatan masyarakat. Masyarakat sebagai penerima jasa kesehatan dan rumah sakit atau dokter sebagai pelaku layanan kesehatan bila berlaku rasional dan ilmiah dapat melakukan penghematan biaya pemborosan kesehatan yang selama ini tidak disadari.
Ditambah lagi dengan beban biaya pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis, pemeriksaan patologis dan pemeriksaan penunjang lainnya akan semakin tidak terjangkau. Biaya akan semakin melangit bila pasien divonis rawat inap atau operasi.
Perekonomian Indonesia terguncang akibat kenaikan harga BBM ditambah lagi dengan masalah perekonomian global yang diwarnai kenaikan harga komoditas dan resesi ekonomi dunia. Beban ekonomi yang sangat berat secara bersamaan inilah juga membuat beban yang sangat menyakitkan bagi masyarakat. Tampaknya masyarakat Indonesia terpaksa harus menelan pil pahit fenomena alam ini tanpa punya daya untuk menolaknya adalah wajar bagi seorang manusia akan tercabik emosi, rasa amarah, kesal dan apriori terhadap kebijaksanaan pemerintah dalam menaikkan harga BBM. Secara tidak disadari hal itu juga merupakan pemborosan emosi dan hanya menambah beban psikologis.
Beban psikologis ini tidak diasadari akan menimbulkan masalah baru bagi kehidupan melebihi pengaruh langsung kenaikkan harga BBM itu sendiri. Keterlibatan konflik kontroversi pro kontra kenaikan harga BBM, tidak akan berujung solusi. Kenaikan BBM itu saat ini didominasi konfrontasi politik dan sosial tanpa pemikirang jernih akan menimbulkan anarkisme, pelanggaran etika dan aturan hukum yang ada. Perilaku ini akan menimbulkan ongkos sosial politik yang tidak ringan melebihi pengaruh kenaikkan harga BBM itu sendiri.
Jalan terbaik dalam menyikapi beban psikologis ini adalah melakukan tindakan mawas diri, berpikiran jernih dan positif. Secara sadar manusia harus menerima fakta dan fenomena alam bahwa sumber energi bumi akan berkurang dan akan semakin mahal. Kenaikan harga bahan bakar adalah fenomena alamiah yang tidak dapat dilawan oleh siapapun, dan bukan hanya sekedar dengan meningkatkan subsidi yang membebani keuangan negara. Meskipun sulit, secara jangka panjang manusia harus berinovasi dalam bertehnologi untuk menyikapinya. Jangka pendek tindakan logis yang dapat dilakukan adalah melakukan tindakan mawas diri dalam mengantisipasi terjadinya kenaikkan berbagai harga barang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar