Rabu, 06 April 2011

Industrialisasi

Nama : Rebdy Fauziansyah Putra
NPM : 25210740
Kelas : 1EB18
1. Konsep dan Tujuan Industrialisasi
Dalam sejarah pembangunan eknomi, konsep industrialisasi berawal dari revolusi pertamam pada pertengahan abad ke-18 yang terjadi di Inggris, dengan penemuan metode baru untuk pemintalan, penenunan kapas, serta peningkatan faktor produksi yang digunakan.
Industrialisasi suatu proses interaksi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
Selain itu, industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikit dan kekayaan alam melimpah, seperti Kuwait dan Libya (negara penghasil minyak) ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa industrialisasi.
Setelah perang dunia II juga banyak bermunculan perkemebangan teknologi yang baru, misalnya produksi dengan skala besar dengan konsepassembling, listrik, penemuan bahan-bahan sintetik, kendaraan bermotor, revolusi teknologi komunikasi, sampai pada penggunaan robot. Semua perubahan yang terjadi ini juga ikut memacu proses industrialisasi dunia karena perkembangan ini mengubah pola produksi industri dan meningkatkan kapasitas (volume) perdagangan dunia.
2. Faktor Pendorong
Faktor pendorong selain dari perkembangan teknologi (T) dan inovasi (In), serta laju pertumbuhan pendapatan per kapita adalah sebagai berikut:
a) Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negara.
Negara yang awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti baja, semen, kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan mengalami proses industrialisasi yang relatif lebih cepat. Hal ini dikarenakan jika sudah terdapat berbagai industri hulu dan menengah yang kuat, maka otomatis negara yang bersangkutan akan lebih mudah untuk membangun industri hilir dengan tingkat diversifikasi produksi yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara yang belum mempunyai industri hulu dan menengah.
b) Besarnya pasar dalam negeri yang ditentukan oleh kombinasi antar populasi dan tingkat pendapatan nasional riil per kapita. Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Misalnya, Indonesia dengan 200 juta orang menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi, karena pasar yang besar menjamin adanya skala ekonomis dan efisiensi dalam proses produksi (asumsi:faktor penentu lainnya cukup mendukung).
c) Ciri industrialisasi, yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan insentif yang diberikan, termasuk di dalamnya adalah insentif  kepada investor.
d) Kondisi dan keberadaan Sumber Daya Alam (SDA). Negara dengan SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi, karena tingkat diversifikasi dan laju pertumbuhan eknominya relatif rendah.
e) Kebijakan dan strategi pemerintah, seperti tax holiday, bebas bea masuk untuk bahan baku impor, pinjaman dengan suku bunga yang relatif rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar