Kelas : 1EB18
NPM : 25210740
Dana Intervensi Harga
Pemerintah menyiapkan Rp 2 Triliun dari 3 Triliun dana cadangan risiko fiskal khusus pangan dalam APBN 2011. Dana itu untuk mensatbilkan harga bahan pangan yang melonjak. Penggunaan dana ini akan di fokuskan ke daerah yang rentan terkena tekanan harga makanan. "anggaran Rp 2 triliun itu bisa digunakan oleh kementrian dan lembaga untuk mengintervensi harga makanan. Ini yang sedang kami susun agar penggunaannya betul betul efektif, " ujar Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta. Menurut Hatta, upaya yang paling ampuh untuk mengintervensi harga makanan dengan operasi pasar (OP). Pemerintah memastikan akan meningkatkan kapasitas OP. Saat ini, setiap hari di gelontorkan 2000 ton beras untuk OP, yang akan di tingkatkan menjadi dua kali lipat. Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan OP beras bukan untuk beras medium saja melqainkan berasn premium. "Sehingga volume beras OP sekarang rata-rata perhari diatas 4000 ton" katanya. Untuk memperkuat OP, stok beras di Bulog harus selalu berada di level 1,5 juta ton. Penyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) juga di percepat. Raskin direncakan dilipat gandakan pada Februari 2011 menjadi setara dengan beras raskin untuk dua bulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar